Wednesday, September 25, 2013

Kangen :"

Aku kangen kamu. Orang yang merasa dirinya ganteng, yang suka nyanyi nggak jelas, yang suka rebutan bantal, yang suka main tembak-tembakan dan pedang-pedangan pake pipa paralon.

Aku kangen kamu. Orang yang suka ngaca benerin rambut, yang ngerasa badannya six pack, yang kalo pake parfum suka kebanyakan karna nggak ngerti dosisnya, yang suka guling-gulingan di karpet, berkhayal main perang-perangan, walau nggak ada lawannya.

Aku kangen kamu. Aku ingat teh manis yang kamu buat disaat aku sakit, aku ingat mainan "jepit-jepit berhadiah" yang kamu mainkan demi sebuah boneka gratis untukku. Boneka alien kecil warna pink.
Aku ingat tiket timezone yang semuanya kamu berikan untukku agar aku bisa menukarnya dengan barang apa pun yang aku inginkan, dan kamu hanya mengambil sisanya untuk ditukarkan dengan coklat kecil.
Kamu tidak suka beberapa jenis makanan, tapi jika diberi, kamu akan menyimpannya lalu diberikan padaku. Permen, minuman, dan makanan lainnya. Kamu selalu mengingatku. Dan akhirnya di rumah kamu bilang, "tuh ada sisa, buat kamu aja."
Aku ingat saat aku pamit untuk ikut Farewell Camp selama 2 hari, kamu bilang, "yaudah pergi aja sana!", pura-pura tidak peduli, tapi tanpa sadar kamu meremukkan botol air mineral kosong di tanganmu.
Aku ingat saat kamu pergi ke Bandung, dan ketika kamu pulang, kamu membawakan hadiah untukku, tempat tissue hello kitty berwarna pink. Dan kamu bilang, "ini buat kakak.."
Kamu terkadang tidak mengakui perhatianmu, tapi aku tau, kamu sering memilihkan barang untukku, memikirkanku, menanyakan kabarku, tanpa sepengetahuanku.

Iya, kamu. Kamu yang selalu menemani selama 15 tahun aku bernafas di dunia ini. Kamu, adik kecilku. Aku tau sih, ukuran badanmu memang bukan ukuran anak kecil lagi, bahkan sekarang kamu lebih tinggi dari aku. Sebuah takdir yang sering aku rutuki, tapi aku bersyukur, karena dengan fakta itulah aku tau kamu tumbuh dengan baik.

Bahkan hidungmu lebih mancung daripada hidungku. Kamu tampak seperti wayang berjalan; kurus, tinggi, dan mancung.

Aku ingat disaat aku tau kamu lahir. Aku yang memilihkan nama untukmu, walau saat itu aku tidak tau artinya, tapi aku senang mendengarnya. "Akbar".. Aku bersyukur tidak memberimu nama "Paijo" atau "Tukiyem". Aku bersyukur aku punya taste yang baik, meskipun aku juga masih kecil saat itu.

Aku ingat saat kecil, kita sering bertengkar. Adu cakar adu gigi bak Tom dan Jerry. Mungkin dulu kita terobsesi dengan kartun itu, sehingga saat bertengkarpun, kita mengahayati peran mereka.

Aku ingat saat aku duduk di bangku SD dan SMP, dan kamu pun masih kecil saat itu. Aku sering menganggapmu pengganggu. Kamu merusak barangku, melempar tasku, mengganggu disaat teman-temanku datang ke rumah, dan menjambak barbie-ku. Aku mengusirmu dari kamarku, mengunci pintunya agar kamu tidak masuk lagi. Dan kamu menangis di depan pintu, berharap aku membukanya lagi, tapi aku terlalu naif untuk menyadari kalau kamu kesepian dan ingin mengajakku bermain.

Aku ingat saat aku marah dan tidak berbicara satu kata pun padamu. Kamu berulang kali meminta maaf, dan akhirnya menangis. Kamu tidak peduli dengan statusmu sebagai laki-laki. Kamu menangis hanya demi sebuah maaf dariku.

Disaat kita tumbuh dewasa, kita mulai mengerti arti persaudaraan, kita belajar untuk saling menguatkan, dan saling menyayangi. Kita belajar untuk saling menghargai, bekerja-sama, dan kita melewati segalanya bersama. Tertawa, menangis, berteriak... Dan pada akhirnya kita akan bersikap seperti halnya skeleton, menopang dan menguatkan satu sama lain.

Aku tau aku pernah melewati masa-masa ini; selalu bersikap apatis, sering cuek, bahkan suka marah. Bilang kamu pengganggu, bilang dunia lebih indah tanpa kamu. Tapi sebenarnya, aku merana jika hidup tanpa kamu.

Aku sayang kamu, Dek. Aku kangen kamu. Aku membuang semua gengsiku untuk mengatakan ini padamu, betapa aku ingin bertemu kamu dan mencubit pipimu, menarik hidungmu, juga memencet perutmu. Psikopat. Tapi itulah caraku mengatakan padamu bahwa aku sangat menyayangimu, dan aku berani bertaruh, kamu tidak akan pernah menemukan orang yang se-spesial kakakmu ini di seluruh penjuru dunia :)


Kost Putri "Gana", Bantul, Yogyakarta
25 September 2013
20:45 WIB

Saturday, August 3, 2013

Dear doctors...

"Rekan sejawat yang terhormat,
Jika Anda ingin menjadi dokter untuk bisa kaya raya, maka segeralah kemasi barang-barang Anda.
Mungkin fakultas ekonomi lebih tepat untuk mendidik anda menjadi businessman bergelimang rupiah
Daripada Anda harus mengorbankan pasien dan keluarga Anda sendiri demi mengejar kekayaan.

Jika Anda ingin menjadi dokter untuk mendapatkan kedudukan sosial tinggi di masyarakat, dipuja dan didewakan, maka silahkan kembali ke Mesir ribuan tahun yang lalu dan jadilah Firaun di sana. Daripada Anda di sini harus menjadi arogan dan merendahkan orang lain di sekitar Anda hanya agar Anda terkesan paling berharga.

Jika Anda ingin menjadi dokter untuk memudahkan mencari jodoh atau menarik perhatian calon mertua, mungkin lebih baik Anda mencari agency selebritis yang akan mengorbitkan Anda sehingga menjadi artis pujaan para wanita atau pria. Daripada Anda bersembunyi di balik topeng klimis dan jas putih necis, sementara Anda alpa dari makna dokter yang sesungguhnya.

Dokter tidak diciptakan untuk itu, kawan.

Memilih menjadi dokter bukan sekadar agar bisa bergaya dengan BMW keluaran terbaru, bukan sekadar bisa terihat tampan dengan jas putih kebanggaan, bukan sekadar agar para tetangga terbungkuk-bungkuk hormat melihat kita lewat.

Memilih menjadi dokter adalah memilih jalan pengabdian. Mengabdi pada masyarakat yang masih akrab dengan busung lapar dan gizi buruk. Mengabdi pada masyarakat yang masih sering mengunjungi dukun ketika anaknya demam tinggi.

Memilih menjadi dokter adalah memilih jalan empati, ketika dengan lembut kita merangkul dan menguatkan seorang bapak tua yang baru saja kehilangan anaknya karena malaria.

Memilih jalan menjadi dokter adalah memilih jalan kemanusiaan, ketika kita tergerak mengabdikan diri dalam tim medis penanggulangan bencana dengan bayaran cuma-cuma.

Memilih jalan menjadi dokter adalah memilih jalan kepedulian, saat kita terpaku dalam sujud-sujud panjang, mendoakan kesembuhan dan kebahagiaan pasien-pasien kita.

Memilih menjadi dokter adalah memilih jalan berbagi, ketika seorang tukang becak menangis di depan kita karena tidak punya uang untuk membayar biaya rumah sakit anaknya yang terkena demam berdarah. Lalu dengan senyum terindah yang pernah disaksikan dunia, kita menepuk bahunya dan berkata, jangan menangis lagi, pak, Insya Allah saya bantu pembayarannya.

Memilih menjadi dokter adalah memilih jalan kasih sayang, ketika dengan sepenuh cinta kita mengusap lembut rambut seorang anak dengan leukemia dan berbisik lembut di telinganya,dik, mau diceritain dongeng nggak sama dokter?

Memilih jalan menjadi dokter adalah memilih jalan ketegasan, ketika sebuah perusahaan farmasi menjanjikan komisi besar untuk target penjualan obat-obatnya, lalu dengan tetap tersenyum kita mantap berkata, maaf, saya tidak mungkin mengkhianati pasien dan hati nurani saya

Memilih menjadi dokter adalah memilih jalan pengorbanan, saat tengah malam tetangga dari kampung sebelah dengan panik mengetuk pintu rumah kita karena anaknya demam dan kejang-kejang. Lalu dengan ikhlas kita beranjak meninggalkan hangatnya peraduan menembus pekat dan dinginnya malam.

Memilih menjadi dokter adalah memilih jalan terjal lagi mendaki untuk meraih cita-cita kita. Bukan, bukan kekayaan atau penghormatan manusia yang kita cari. Tapi ridha Allah lah yang senantiasa kita perjuangkan.

Yah, memilih menjadi dokter adalah memilih jalan menuju surga, tempat di mana dokter sudah tidak lagi perlu ada

NB :
"Ini bukan provokasi untuk menjadi dokter miskin, bukan juga mengatakan bahwa dokter tidak perlu penghormatan atau hal-hal duniawi lainnya. Tulisan ini hanya sekadar sebuah nasihat untuk diri sendiri dan rekan sejawat semua untuk meluruskan kembali niat kita dalam menjadi seorang dokter. Karena setiap amalan tergantung pada niatnya. Silakan menjadi kaya, silakan menjadi terhormat, asal jangan itu yang menjadi tujuan kita. Dokter terlalu rendah jika diniatkan hanya untuk keuntungan duniawi semata. Mungkin akan sangat susah untuk menggenggam erat idealisme ini nantinya. Namun saya yakin, jika ada kemauan yang kuat dan niat yang tepat, idealisme ini akan terbawa sampai mati. Walaupun harus sendirian dalam memperjuangkannya, walaupun banyak yang mencemooh dan merendahkan. Saya yakin, Allah tidak akan pernah salah menilai setiap usaha dan perjuangan hamba-hamba-Nya. Tidak akan pernah. "

dikutip dari
Aditya Putra Priyahita,
seseorang yang sangat merindukan sebuah reuni anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) di surga nanti.


Terima kasih banyak dok atas segala pengabdian dan pesan anda untuk kami semua, Insya Allah saya dan rekan-rekan lainnya akan melanjutkan perjuangan anda. Semoga kita dapat bertemu di tempat dimana dokter tidak lagi diperlukan, di tempat bernama 'Surga'... 
  

Friday, May 24, 2013

One word . . . Alhamdulillah :')

Today is a moving day.
A moving day in two meanings. Yang pertama moving day yang saya ambil dari istilah untuk hari yang mengharukan, yang kedua untuk moving dari masa SMA menuju dunia kampus.

Moving day.
Pada pagi yang cerah ini (24/5/13), angkatan pertama SMAIT Insantama dinyatakan 100% LULUS! Alhamdulillah. Alhamdulillah. Satu kata yang belum bisa berhenti terucap dari bibir ini. Miracle happens. Allah memang menolong orang-orang yang berada di jalan kebenaran. Allah memang sangat sayang kepada kami semua :')

Pagi ini, pukul 08.00 WIB, SAGACIOUS berkumpul di aula SMPIT Insantama, ditemani dengan adik-adik kelas kami yang unyu-unyu, beberapa orang tua siswa, dan para guru, dengan perasaan tegang menunggu apakah kami dinyatakan lulus UN 2013 atau tidak. Saya memperhatikan sekitar, ada beberapa teman yang tertunduk dengan mulut komat-kamit membaca doa, ada yang ngobrol, ada yang saling berpegangan tangan (so sweeeeett), ada yang sibuk menghubungi orang tuanya, dan saya termasuk ke golongan orang yang sibuk foto-foto. Hehehe.

Sebelum pengumuman kelulusan, ada beberapa sambutan dan nasihat yang diberikan para guru kepada kami. Ada beberapa nasihat yang sangat membekas di benak saya.

Salah satu nasihat yang 'kena' sekali di hati saya adalah sebuah nasihat yang diucapkan ustd. Muhib sebelum kami menerima amplop kelulusan kami.
"Kalau hari ini kalian mendapat berita gembira, kalian sangat patut bersyukur. Yah mungkin ada sebagian dari kalian yang belum rajin taqarrub kepada Allah, masih belum ngapa-ngapain, tapi diberi hadiah yang sangat mengharukan. Istilahnya itu 'saya nggak ngapa-ngapain aja dapet hadiah seindah ini' nah, makanya kalian harus bersyukur dan mengazzamkan kepada diri kalian sendiri untuk lebih bertaqarrub lagi kepada Allah..."

Pembagian amplop terasa lama, rasa tidak sabar untuk membuka amplop itu semakin menjadi-jadi. Setelah semuanya mendapatkan amplopnya masing-masing, saya mulai membuka amplop dengan perlahan. Mata saya menjelajahi surat tersebut, hingga akhirnya menemukan tulisan LULUS dengan tulisan yang dibold itu. Alhamdulillah...
 
Dan hari ini, saya mendapat hadiah indah itu. Saya sudah resmi lulus dari SMA. Tidak akan ada lagi UN, tidak akan ada lagi 'seragam sekolah' yang kegedean dan membuat saya terlihat seperti orang-orangan sawah, dan status saya berganti dari 'pelajar' menjadi 'mahasiswa' (aamiiinn). 

Aaaaaaah.. Menyenangkan sekali hari ini. Alhamdulillah. Alhamdulillah. Terima kasih Allah, semoga nikmat-Mu ini tidak membuat kami lupa bersyukur dan kufur, semoga nikmat-Mu ini membuat kami makin mendekatkan diri kepada-Mu. Aamiiinn :)

Saturday, May 11, 2013

A note from Ramadhan Surjoharso

Selamat pagi!
Setidaknya ini masih pagi saat saya mempost postingan ini :)

Hari ini saya akan sedikit berbagi kata-kata bijak dari sepupu saya, Ramadhan Surjoharso, yang sekarang sedang menempuh pendidikan S1-nya di Jerman.
Hampir satu tahun yang lalu, saya memintanya untuk mengajari saya bahasa Jerman. Saat itu saya tertarik untuk melanjutkan pendidikan saya disana, sebelum saya tahu bahwa pendidikan kedokteran disana hampir membunuh siswanya sendiri, artinya harus bekerja super duper extra keras untuk lulus dari universitas tersebut, belum lagi saya terancam tidak bisa kembali ke Indonesia karena susah untuk mendapat sertifikat izin praktek di Indonesia, belum lagi banyak jenis penyakit yang berbeda antara negara 4 musim dan 2 musim.

Saat itu, dia memberi saya sebuah pesan dalam bahasa Jerman.

"Dein Leben ist,was du immer gekämpft hast. Hebt man den Blick,sieht man keine Grenzen mehr."
"Hidup lo adalah apa yang telah lo perjuangin selama ini. Kalo kita selalu optimis & berusaha, kita ga akan pernah liat batas akhir."

"Hidup lo adalah apa yang telah lo perjuangin selama ini..." 
 
Kata-kata itu terus terngiang di kepala saya. Apa yang sudah saya perjuangkan untuk hidup saya? Sudahkah saya belajar dengan serius? Sudahkah saya berhenti mengeluh? Sudahkah saya melakukan aksi terbaik untuk cita-cita dan hidup saya?

Saya ingat saat liburan tahun lalu. Saya kebingungan untuk mencari hasil scan tanda tangan kepala sekolah saya untuk proposal LKMA. Akhirnya saya memutuskan untuk mengganggu sebentar sang ketua LKMA yang sedang beroperasi di lab sains sekolah. Dengan hati-hati saya mengetuk pintu dan memanggilnya. Pintu terbuka, dan saya sempat melihat ke dalam lab. Setelah selesai urusan kami, ia kembali melanjutkan penelitiannya. Dalam hati saya berkata : "subhanallah banget ini manusia, liburan gini masih aja di lab. nggak pengen liburan kali ya?" Tapi itulah perjuangan. Dan lihat sekarang, hasil kerjanya membuahkan hasil yang mencengangkan. Saat ini ia menginjakkan kakinya di Arizona, Amerika Serikat, untuk mewakili Indonesia dalam Intel ISEF, sebuah kompetisi dan wadah pertemuan untuk para peneliti muda dari seluruh dunia. Saya tersenyum. Inilah perjuangan. Inilah buah manis dari segala jerih payahnya. Subhanallah.

Saya teringat lagi pada satu cerita. Alanda Kariza, pencetus Indonesian Youth Conference yang sekarang telah meraup ribuan anak muda Indonesia yang mau bergerak dan berusaha untuk mewujudkan Indonesia yang lebih baik. Sebelumnya, Alanda yang saat itu masih berusia 15 tahun harus berusaha untuk mempersiapkan segalanya dan mencari anak-anak muda dari segala penjuru Indonesia yang peduli akan ekonomi, sosial, budaya, dan politik untuk bergabung dalam sebuah konferensi. Bayangkan, anak 15 tahun yang belum memiliki nama di hadapan publik berani untuk maju dan menggerakkan anak muda lainnya. 6 tahun telah berjalan IYC, dan konferensi ini sukses menggerakkan anak-anak muda Indonesia yang peduli dan mau berfikir, bahkan usahanya sekarang sudah Go International.

Banyak orang yang mendedikasikan hidup mereka untuk sebuah ambisi, dan perjuangan tanpa letih rela mereka lakukan.

"Kalo kita selalu optimis & berusaha, kita ga akan pernah liat batas akhir..."

Usaha (Joule) adalah gaya (Newton) dikali dengan jarak (meter).
Usaha adalah berapa jumlah gaya/perjuangan yang sudah kamu lakukan dikali dengan berapa jarak yang sudah kamu tempuh untuk melakukan perjalanan dalam rangka mewujudkan cita-citamu.

Jika Colonel Sanders menyerah pada usahanya yang ke-1008 kali untuk memasarkan resep KFC-nya, pastilah restoran fast food yang terkenal itu tidak akan ada di dunia ini, karena ia berhasil membuat restorannya pada usahanya yang ke-1009.

Jika Steve Jobs menyerah saat ia didepak dari perusahaan Apple yang belum sukses, mungkin tidak akan ada Pixar dan perusahaan Apple yang sebesar sekarang ini.

Jika J.K Rowling menyerah pada usahanya yang beratus-ratus kali untuk menerbitkan buku Harry Potternya, pastilah hidupnya tidak akan sebahagia sekarang ini.

Dan jika kamu menyerah karena usahamu tidak kunjung membuahkan hasil, pastilah tidak ada kata "sukses" untukmu di masa depan. Segalanya butuh usaha, segalanya butuh perjuangan, segalanya butuh optimisme. Jika orang-orang diatas tidak memiliki rasa optimis dalam diri mereka, pastilah mereka hanya menjadi manusia yang tidak dilirik oleh dunia ini.

Percayalah, Allah hanya memiliki tiga jawaban untuk kita. "Ya", "Tidak sekarang", atau "Ada yang lebih baik". Ia tidak akan pernah mengatakan "Tidak" pada usaha yang kita lakukan. Bisa jadi kita langsung sukses pada usaha pertama kita. Bisa jadi kita sukses pada usaha kita yang kesekian kali, seperti salah seorang siswa Asia yang baru dapat menerima beasiswanya setelah tujuh kali mengajukan permohonan beasiswa di School of Arts and Music di Amerika Serikat. Dan bisa jadi juga ada hasil yang lebih baik daripada usaha kita yang berujung pada kegagalan. Ingatlah, selalu ada hikmah dari setiap kegagalan. Jadikanlah kegagalan itu sebuah awal dari kesuksesan.

Namun biar bagaimanapun, kamu harus berhati-hati dengan ambisimu. Jangan terlalu ambisius (atau saya biasa menyebutnya 'haus darah'), karena jika kamu terlalu ambisius dan tidak peduli dengan sekitarmu, suatu saat ambisimu itu sendiri yang akan membunuhmu.

Saya hanya sedikit berbagi. Semoga bermanfaat :)

Friday, April 12, 2013

Bermimpilah...

"Mimpi itu gratis. Kalau untuk bermimpi aja kamu nggak berani, gimana caranya kamu merealisasikan dan mewujudkan mimpi kamu?"

Kalimat andalan yang sering saya lontarkan saat teman-teman saya curhat tentang mimpinya. Sebenarnya postingan ini terinspirasi dari postingan seseorang yang berkaitan dengan mimpi. Bagaimana dalam ceritanya ada seseorang yang dicibir karena mimpinya untuk kuliah itu 'ketinggian' untuk seorang yang kurang mampu sepertinya.

"Mimpi itu MAHAL, kak!"

Kata-kata dalam cerita itu seperti terngiang di telinga saya. Bagaimana mungkin ada orang yang tidak berani bermimpi? Allah menciptakan mimpi itu GRATIS, TANPA DIPUNGUT BIAYA. Semua orang boleh bermimpi.

Waktu itu saya sempat frustasi. Saya sempat menarik mimpi saya untuk menjadi seorang dokter, sebuah profesi yang saya impikan sejak saya masih mengisap jempol, karena saya merasa tidak kapabel untuk menjadi seorang dokter. Namun ibu saya berkata, "Kakak, kenapa kamu tarik impian kamu? Mimpi itu boleh, kak. Kamu punya potensi, lalu kenapa kalah sama yang lain? Yang lain berani bermimpi yang tinggi, kenapa kamu enggak?" Kata-kata ibu saya ini yang menjadi semangat saya untuk kembali bermimpi dan berusaha.

Selang beberapa waktu, saya membaca sebuah buku. Di dalamnya ada sebuah cerita orang pedalaman afrika yang bermimpi untuk bersekolah hingga jenjang yang tinggi. Semua orang mengatakan itu mustahil, dimana daerahnya saja jauh dari kota dan tidak memungkinkan untuk sekolah, apalagi biayanya yang selangit. Namun dia percaya bahwa dia bisa. Dia terus berusaha dan bekerja keras hingga akhirnya ia diterima di sebuah universitas di Amerika dan menamatkan pendidikannya hingga menjadi seorang professor.

Ada lagi seorang pengidap HIV/AIDS yang sampai saat ini mampu bertahan selama 12 tahun sejak pertama kali penyakitnya di diagnosa. Kita semua tahu, virus HIV/AIDS sangat cepat menyebar dan mampu mematikan hanya dalam kurun waktu kurang dari 2 tahun. Bagaimana mungkin ia dapat bertahan selama 12 tahun? Ketika dia diwawancara, jawabannya hanya singkat. Mimpi, sugesti, dan support yang mampu membuatnya bertahan dan percaya bahwa Tuhan masih menghendakinya untuk hidup dan menginspirasi orang-orang lain.

Setiap orang pasti pernah mengalami kegagalan. Saya pun juga. Akhir-akhir ini nilai saya menurun. Seharusnya saya frustasi, seharusnya saya stress. H-3 UN dan peringkat Try Out saya menurun drastis. Tapi kenapa saya tidak frustasi? Oke, kemarin malam saya menangis. Kenapa cobaan datang di detik-detik terakhir menjelang UN? Tapi akhirnya saya kembali yakin. Mungkin usaha saya memang masih sangat minim, mungkin Allah tidak suka jika saya terus-terusan bermalas-malasan dan meremehkan, disaat teman-teman saya mencengkram buku-buku mereka kemanapun mereka pergi.

Jangan takut atas kegagalan, karena kegagalan hanyalah sebuah awal dari keberhasilan, asalkan kita mau belajar dari kegagalan tersebut.

Bermimpilah..
Bermimpilah kita akan lulus UN, kita akan berusaha untuk lulus UN, dan kita akan lulus UN, Insya Allah..
Bermimpilah kita akan masuk ke perguruan tinggi yang kita inginkan, masuk jurusan yang kita impikan. Maka kita akan berusaha untuk mewujudkannya dan akan mendapatkan yang terbaik untuk kita, Insya Allah..
Bermimpilah kita akan menjadi orang yang sukses. Bermimpilah kita akan mampu menggapai semua impian kita. Bermimpilah kita akan mampu menjadi orang yang berguna untuk ummat ini, dan membuat dunia bangga memiliki aset berharga seperti kita.
Bermimpilah.. Berusahalah.. Sesungguhnya Allah bersama prasangka hamba-Nya :)

Dream it. Believe on it. Make it happen.

Sudah sampai manakah perjuangan dakwah kita?

Ini kisah tentang seorang gadis cilik, seorang tentara Allah, pejuang Allah yang namanya senantiasa terukir dalam tinta emas perjuangan menegakkan agama Allah di muka bumi ini.

Berkatalah ibu gadis kecil tersebut:
Saat aku mengandung putriku, Afnan, ayahku melihat sebuah mimpi di dalam tidurnya. Ia melihat banyak burung pipit yang terbang di angkasa. Di antara burung-burung tersebut terdapat seekor merpati putih yang sangat cantik, terbang jauh meninggi ke langit. Maka aku bertanya kepada ayah tentang tafsir dari mimpi tersebut. Maka ia mengabarkan kepadaku bahwa burung-burung pipit tersebut adalah anak-anakku, dan sesungguhnya aku akan melahirkan seorang gadis yang bertakwa. Ia tidak menyempurnakan tafsirnya, sementara akupun tidak meminta tafsir tentang takwil mimpi tersebut.

Setelah itu aku melahirkan putriku, Afnan. Ternyata dia benar-benar seorang gadis yang bertakwa. Aku melihatnya sebagai seorang wanita yang shalihah sejak kecil. Dia tidak pernah mau mengenakan celana, tidak juga mengenakan pakaian pendek, dia akan menolak dengan keras, padahal dia masih kecil. Jika aku mengenakan rok pendek padanya, maka ia mengenakan celana panjang di balik rok tersebut.

Afnan senantiasa menjauh dari segenap perkara yang membuat murka Allah. Setelah dia menduduki kelas 4 SD, dia semakin menjauh dari segenap perkara yang membuat murka Allah. Dia menolak pergi ke tempat-tempat permainan, atau ke pesta-pesta. Dia adalah seorang gadis yang perpegang teguh dengan agamanya, sangat cemburu di atasnya, menjaga shalat-shalatnya, dan sunnah-sunnahnya. Tatkala dia sampai SMP mulailah dia berdakwah kepada agama Allah. Dia tidak pernah melihat sebuah kemungkaran kecuali dia mengingkarinya, dan memerintah kepada yang ma’ruf, dan senantiasa menjaga hijabnya.

Permulaan dakwahnya kepada agama Allah adalah permulaan masuk Islamnya pembantu kami yang berkebangsaan Srilangka.

Ibu Afnan melanjutkan ceritanya:
Tatkala aku mengandung putraku, Abdullah, aku terpaksa mempekerjakan seorang pembantu untuk merawatnya saat kepergianku, karena aku adalah seorang karyawan. Ia beragama Nasrani. Setelah Afnan mengetahui bahwa pembantu tersebut tidak muslimah, dia marah dan mendatangiku seraya berkata: “Wahai ummi, bagaimana dia akan menyentuh pakaian-pakaian kita, mencuci piring-piring kita, dan merawat adikku, sementara dia adalah wanita kafir?! Aku siap meninggalkan sekolah, dan melayani kalian selama 24 jam, dan jangan menjadikan wanita kafir sebagai pembantu kita!!”
Aku tidak memperdulikannya, karena memang kebutuhanku terhadap pembantu tersebut amat mendesak. Hanya dua bulan setelah itu, pembantu tersebut mendatangiku dengan penuh kegembiraan seraya berkata: “Mama, aku sekarang menjadi seorang muslimah, karena jasa Afnan yang terus mendakwahiku. Dia telah mengajarkan kepadaku tentang Islam.” Maka akupun sangat bergembira mendengar kabar baik ini.

Saat Afnan duduk di kelas 3 SMP, pamannya memintanya hadir dalam pesta pernikahannya. Dia memaksa Afnan untuk hadir, jika tidak maka dia tidak akan ridha kepadanya sepanjang hidupnya. Akhirnya Afnan menyetujui permintaannya setelah ia mendesak dengan sangat, dan juga karena Afnan sangat mencintai pamannya tersebut.
Afnan bersiap untuk mendatangi pernikahan itu. Dia mengenakan sebuah gaun yang menutupi seluruh tubuhnya. Dia adalah seorang gadis yang sangat cantik. Setiap orang yang melihatnya akan terkagum-kagum dengan kecantikannya. Semua orang kagum dan bertanya-tanya, siapa gadis ini? Mengapa engkau menyembunyikannya dari kami selama ini?

Setelah menghadiri pernikahan pamannya, Afnan terserang kanker tanpa kami ketahui. Dia merasakan sakit yang teramat sakit pada kakinya. Dia menyembunyikan rasa sakit tersebut dan berkata: “Sakit ringan di kakiku.” Sebulan setelah itu dia menjadi pincang, saat kami bertanya kepadanya, dia menjawab: “Sakit ringan, akan segera hilang insya Allah.” Setelah itu dia tidak mampu lagi berjalan. Kamipun membawanya ke rumah sakit.
Selesailah pemeriksaan dan diagnosa yang sudah semestinya. Di dalam salah satu ruangan di rumah sakit tersebut, sang dokter berkebangsaan Turki mengumpulkanku, ayahnya, dan pamannya. Hadir pula pada saat itu seorang penerjemah, dan seorang perawat yang bukan muslim. Sementara Afnan berbaring di atas ranjang.

Dokter mengabarkan kepada kami bahwa Afnan terserang kanker di kakinya, dan dia akan memberikan 3 suntikan kimiawi yang akan merontokkan seluruh rambut dan alisnya. Akupun terkejut dengan kabar ini. Kami duduk menangis. Adapun Afnan, saat dia mengetahui kabar tersebut dia sangat bergembira dan berkata: “Alhamdulillah… alhamdulillah… alhamdulillah.” Akupun mendekatkan dia di dadaku sementara aku dalam keadaan menangis. Dia berkata: “Wahai ummi, alhamdulillah, musibah ini hanya menimpaku, bukan menimpa agamaku.”
Diapun bertahmid memuji Allah dengan suara keras, sementara semua orang melihat kepadanya dengan tercengang!!

Aku merasa diriku kecil, sementara aku melihat gadis kecilku ini dengan kekuatan imannya dan aku dengan kelemahan imanku. Setiap orang yang bersama kami sangat terkesan dengan kejadian ini dan kekuatan imannya. Adapun penerjamah dan para perawat, merekapun menyatakan keislamannya!!
Berikutnya adalah perjalanan dia untuk berobat dan berdakwah kepada Allah.

Sebelum Afnan memulai pengobatan dengan bahan-bahan kimia, pamannya meminta akan menghadirkan gunting untuk memotong rambutnya sebelum rontok karena pengobatan. Diapun menolak dengan keras. Aku mencoba untuk memberinya pengertian agar memenuhi keinginan pamannya, akan tetapi dia menolak dan bersikukuh seraya berkata: “Aku tidak ingin terhalangi dari pahala bergugurannya setiap helai rambut dari kepalaku.”

Kami (aku, suamiku dan Afnan) pergi untuk yang pertama kalinya ke Amerika dengan pesawat terbang. Saat kami sampai di sana, kami disambut oleh seorang dokter wanita Amerika yang sebelumnya pernah bekerja di Saudi selama 15 tahun. Dia bisa berbicara bahasa Arab. Saat Afnan melihatnya, dia bertanya kepadanya: “Apakah engkau seorang muslimah?” Dia menjawab: “Tidak.”

Afnanpun meminta kepadanya untuk mau pergi bersamanya menuju ke sebuah kamar yang kosong. Dokter wanita itupun membawanya ke salah satu ruangan. Setelah itu dokter wanita itu kemudian mendatangiku sementara kedua matanya telah terpenuhi linangan air mata. Dia mengatakan bahwa sesungguhnya sejak 15 tahun dia di Saudi, tidak pernah seorangpun mengajaknya kepada Islam. Dan di sini datang seorang gadis kecil yang mendakwahinya. Akhirnya dia masuk Islam melalui tangannya.

Di Amerika, mereka mengabarkan bahwa tidak ada obat baginya kecuali mengamputasi kakinya, karena dikhawatirkan kanker tersebut akan menyebar sampai ke paru-paru dan akan mematikannya. Akan tetapi Afnan sama sekali tidak takut terhadap amputasi, yang dia khawatirkan adalah perasaan kedua orang tuanya.

Pada suatu hari Afnan berbicara dengan salah satu temanku melalui Messenger. Afnan bertanya kepadanya: “Bagaimana menurut pendapatmu, apakah aku akan menyetujui mereka untuk mengamputasi kakiku?” Maka dia mencoba untuk menenangkannya, dan bahwa mungkin bagi mereka untuk memasang kaki palsu sebagai gantinya. Maka Afnan menjawab dengan satu kalimat: “Aku tidak memperdulikan kakiku, yang aku inginkan adalah mereka meletakkanku di dalam kuburku sementara aku dalam keadaan sempurna.” Temanku tersebut berkata: “Sesungguhnya setelah jawaban Afnan, aku merasa kecil di hadapan Afnan. Aku tidak memahami sesuatupun, seluruh pikiranku saat itu tertuju kepada bagaimana dia nanti akan hidup, sedangkan fikirannya lebih tinggi dari itu, yaitu bagaimana nanti dia akan mati.”

Kamipun kembali ke Saudi setelah kami amputasi kaki Afnan, dan tiba-tiba kanker telah menyerang paru-paru!!

Keadaannya sungguh membuat putus asa, karena mereka meletakkannya di atas ranjang, dan di sisinya terdapat sebuah tombol. Hanya dengan menekan tombol tersebut maka dia akan tersuntik dengan jarum bius dan jarum infus.

Di rumah sakit tidak terdengar suara adzan, dan keadaannya seperti orang yang koma. Tetapi hanya dengan masuknya waktu shalat dia terbangun dari komanya, kemudian meminta air, kemudian wudhu’ dan shalat, tanpa ada seorangpun yang membangunkannya!!

Di hari-hari terakhir Afnan, para dokter mengabari kami bahwa tidak ada gunanya lagi ia di rumah sakit. Sehari atau dua hari lagi dia akan meninggal. Maka memungkinkan bagi kami untuk membawanya ke rumah. Aku ingin dia menghabiskan hari-hari terakhirnya di rumah ibuku.
Di rumah, dia tidur di sebuah kamar kecil. Aku duduk di sisinya dan berbicara dengannya.

Pada suatu hari, istri pamannya datang menjenguk. Aku katakan bahwa dia berada di dalam kamar sedang tidur. Ketika dia masuk ke dalam kamar, dia terkejut kemudian menutup pintu. Akupun terkejut dan khawatir terjadi sesuatu pada Afnan. Maka aku bertanya kepadanya, tetapi dia tidak menjawab. Maka aku tidak mampu lagi menguasai diri, akupun pergi kepadanya. Saat aku membuka kamar, apa yang kulihat membuatku tercengang. Saat itu lampu dalam keadaan dimatikan, sementara wajah Afnan memancarkan cahaya di tengah kegelapan malam. Dia melihat kepadaku kemudian tersenyum. Dia berkata: “Ummi, kemarilah, aku mau menceritakan sebuah mimpi yang telah kulihat.” Kukatakan: “(Mimpi) yang baik Insya Allah.” Dia berkata: “Aku melihat diriku sebagai pengantin di hari pernikahanku, aku mengenakan gaun berwarna putih yang lebar. Engkau, dan keluargaku, kalian semua berada disekelilingku. Semuanya berbahagia dengan pernikahanku, kecuali engkau ummi.”

Akupun bertanya kepadanya: “Bagaimana menurutmu tentang tafsir mimpimu tersebut.” Dia menjawab: “Aku menyangka, bahwasannya aku akan meninggal, dan mereka semua akan melupakanku, dan hidup dalam kehidupan mereka dalam keadaan berbahagia kecuali engkau ummi. Engkau terus mengingatku, dan bersedih atas perpisahanku.” Benarlah apa yang dikatakan Afnan. Aku sekarang ini, saat aku menceritakan kisah ini, aku menahan sesuatu yang membakar dari dalam diriku, setiap kali aku mengingatnya, akupun bersedih atasnya.

Pada suatu hari, aku duduk dekat dengan Afnan, aku, dan ibuku. Saat itu Afnan berbaring di atas ranjangnya kemudian dia terbangun. Dia berkata: “Ummi, mendekatlah kepadaku, aku ingin menciummu.” Maka diapun menciumku. Kemudian dia berkata: “Aku ingin mencium pipimu yang kedua.” Akupun mendekat kepadanya, dan dia menciumku, kemudian kembali berbaring di atas ranjangnya. Ibuku berkata kepadanya: “Afnan, ucapkanlah la ilaaha illallah.”

Maka dia berkata: “Asyhadu alla ilaaha illallah.”
Kemudian dia menghadapkan wajah ke arah qiblat dan berkata: “Asyhadu allaa ilaaha illallaah.” Dia mengucapkannya sebanyak 10 kali. Kemudian dia berkata: “Asyhadu allaa ilaaha illallahu wa asyhadu anna muhammadan rasuulullaah.” Dan keluarlah rohnya.

Maka kamar tempat dia meninggal di dalamnya dipenuhi oleh aroma minyak kasturi selama 4 hari. Aku tidak mampu untuk tabah, keluargaku takut akan terjadi sesuatu terhadap diriku. Maka merekapun meminyaki kamar tersebut dengan aroma lain sehingga aku tidak bisa lagi mencium aroma Afnan. Dan tidak ada yang aku katakan kecuali alhamdulillahi rabbil ‘aalamin...


Setelah membaca cerita ini, masihkah ada alasan kita untuk menyerah dalam berdakwah? Masihkah ada rasa takut untuk menegakkan kebenaran? Masihkah kita menutup mata dan berpura-pura tidak peduli dengan kebenaran? Masihkah kita mementingkan ego kita dan melupakan Allah? Percayalah, dengan atau tanpamu, janji Allah pasti datang. Sekarang, maukah engkau turut berjuang dalam barisan terdepan perjuangan dakwah ini? Sadarlah, ummat ini sangat membutuhkan kita...

Friday, March 8, 2013

Inspiring people in my life :)

Inspiring.
Mari kita berbicara tentang tokoh-tokoh yang sangat inspiratif di dalam hidup saya (selain Rasulullah dan para sahabatnya), yang mungkin juga mereka bisa menginspirasi hidupmu dan membuatnya lebih berwarna.

1. Mom
Thanks to my momma, the one and only mom I have. the SUPER MOM, even she's a single parent, but she's rock and keewwll! yaaayyy! thank you for all of your love that I feel in every breath I take. mom, you are my everything :*

2. My lil brother @AkbarSade
I don't think that you're a little boy anymore, dek. Tapi kamu akan selalu menjadi my little brother. Adik kecil yang selalu aku sayang (hoek). Even we're always fighting and screaming, but my love included in every anger I do. LOL :DDD terkadang kamu lebih dewasa dari aku, lebih pinter masak dibanding aku, dan lebih bisa menjaga diri dibanding aku. now you're getting bigger and more mature. be a gentleman ya mpiww sayang, jangan jadi cowok yang lemah, kay? ;)

3. Kak Ollie
Ini dia tokoh inspiratif yang mengubah cara pandang saya terhadap kehidupan dan kesuksesan. "Menurut saya, sukses adalah sebuah perjalanan. Tidak akan mencapai sebuah nilai yang 'bulat'."  Kata-kata kak Ollie yang sangat saya sukai. Sukses itu perjalanan. Sukses bukan sebuah pencapaian yang akan berhenti pada satu target tapi sukses adalah mampu meningkatkan kinerja dari waktu ke waktu tanpa berhenti. Banyak banget yang saya pelajari dari kak Ollie. Makasih kak, you're truly inspiring :)

4. Kak Alanda Kariza
Sebelum saya membeli bukunya yang berjudul DreamCatcher, saya sudah pernah melihat profilnya di majalah Girlfriend yang saya beli waktu SMP dulu. Alanda Kariza, tokoh inspiratif yang menggagas komunitas sosial The Cure For Tomorrow di usia yang sangat muda, mengadakan Indonesian Youth Conference, menjadi pembicara muda dalam forum internasional dan segala yang ia dedikasikan untuk kegiatan sosial dan membangkitkan jiwa anak-anak muda Indonesia. Umurnya baru 21 tahun saat ini, tapi langkah nyata yang digagasnya benar-benar menginspirasi jutaan anak muda lainnya :)

5. Mas Wadit
Bukunya yang berjudul 'sila ke-6 : KREATIF SAMPAI MATI' benar-benar menggugah saya. seseorang yang benar-benar kreatif dan selalu berfikiran out of the box ini benar-benar mencengangkan. hampir menggoyahkan iman saya untuk terjun di dunia seni dan melupakan pelajaran-pelajaran eksakta. hahahaha :DDD keep rocking the world ya mas, Indonesia bangga punya putra sepertimu \m/

6. Kak Mesty Ariotedjo
Seorang dokter muda lulusan Universitas Indonesia yang juga memiliki passion di bidang fashion dan seni. Kita benar-benar sejalan, kak! Kalau mas Wadit hampir menggoyahkan iman saya, kak Mesty inilah yang meyakinkan saya untuk tetap berada pada jalur eksakta (menjadi dokter) namun juga menjadi multitalenta di bidang seni, fashion dan musik. Benar-benar satu jalur dengan saya. Menjadi dokter adalah suatu bidang yang tidak bisa dipelajari secara seenaknya (harus pakai ilmu dan serius), menjadi dokter adalah suatu kebahagiaan tersendiri karena bisa membantu orang lain, tapi tanpa seni hidup ini akan kaku dan tidak berwarna. Ya, saya sangat percaya itu :)

7. SIX SENSE
Teman-teman yang tidak terlupakan. Meskipun kadang kita nggak sejalan (saya pilih A kamu pilih B) tapi over all saya bahagia sempat mengenal dan tinggal bersama kalian, mengenal Islam dan belajar mencintai karena Allah. Justru perbedaan ini yang mewarnai kita, bukan? Saya belajar banyak dari setiap pribadi kalian. Terima kasih banyak, kawan :)

8. SAGACIOUS
Keluarga besar yang wow-so-amazing! we're gonna shake this world and standing in a hall of fame someday. hyahahaha \m/ mari kita bermimpi dan bukan berfantasi. mari kita bermimpi dan berusaha untuk mewujudkannya :)

9. 70's
teh Icha, kak Julia, teh Nadia, cici Ila, uni Fadilla, dan atu Dhenya. makasih banyak udah jadi besties saya selama SMP. maafin saya kalau sering manja sampe dipanggil 'adek' karena paling muda diantara kalian. meskipun kita pernah berantem, tapi keren banget bisa mengenal kalian, yang mau aja dicurhatin dari masalah keluarga sampai hal sepele kayak warna cat kuku terbaru yang ada di majalah fashion. LOL :DDD kapan-kapan kita perang boneka lagi ya hehehe ;)

10. Bang Diego
Bukan abang beneran sih, tapi abang-abangan jaman SMP yang bener-bener menginspirasi. Mulai dari percobaan makan pare di tukang siomay, ngecat kaus kaki pake spidol gara-gara salah pake kaus kaki, dan hal-hal sinting yang out of the box lainnya. Orang gila kayak lu bisa jadi tokoh inspiratif buat gue, bang! In another side, si Diego ini bisa jadi sangat dewasa. Dia pernah bilang gini waktu saya lagi marah terus curhat sama dia : "batu itu jangan dilawan pake batu, jeng. sampe kapan juga ga bakal selesai kalo gitu. batu itu lawannya pake kertas. tenang, tapi sergap." bener-bener nggak nyangka :O

11. Kamu
Kamu yang membaca postingan ini. Iya, kamuuu~~~

12. Dan semua orang yang menggoreskan warnanya pada kanvas kehidupan saya, terima kasih banyaaakk :)

Tanpa kalian semua, saya bukanlah apa-apa. Tetaplah menjadi tokoh inspiratif untuk saya :)

Friday, February 22, 2013

A legend about insomnia

"Legend says when you can't sleep at night, it's because you're awake in someone else's dream." -Anonymous-

Percaya atau tidak, kalimat ini terkadang ampuh untuk membuat saya berpositive thinking dan tersenyum ketika insomnia saya kambuh. Hahahaha :DDD

Friday, February 1, 2013

Hiroshi's drawing :3

Tadaaaaa! akhirnya berjumpa lagi dengan saya yah para pemirsa sekalian, setelah sekian lama :')

Oke, jadi di postingan ini gue mau berbagi beberapa gambar yang dibuatin sama temen gue, khusus buat gue! Yaayy! :3
Namanya Hiroshi (i don't even know his real name, but he wants me to call him 'hiro'). Orangnya baik banget, katanya sih dia tinggal di Pamulang. Gue kenal dia dari jaman SMP, dikenalin sama temen gue yang suka banget sama Manga. Tau Manga nggak? Itu loh, nama buah, Manga harum manis, Manga indramayu, Manga gedong, dll (?) uh oke, stop jayus-ing. Benerannya, Manga adalah sebuah karya yang berasal dari Jepang, gambar-gambar komik itu looohhhh..

Daripada penasaran, mending langsung gue post aja deh gambar dia ;3




3 gambar diatas ini dia buatin waktu gue kelas 9. Lucu bangetngetnget ;333
Terakhir gue kontak dia waktu kelas 11, dia bikinin ini buat gue :


A doctor wannabe :')
Terharu. Pake gambar ini dia kirim doa supaya gue bisa bener-bener jadi dokter. How sweet.. Hiks :')

Sekarang sih kita udah nggak pernah kontakan lagi. Mungkin suatu saat ketika gue udah bener-bener menjadi dokter, gue bakal kontak dia dan berterimakasih banyak atas gambar sekaligus doa darinya :)

Sunday, January 6, 2013

My elementaryhood :3

Facebook semakin ngejangkrik. Tapi nggak tau apa yang mendasari gue stay surfing disana hari ini. Akhirnya, Allah memberi petunjuk untuk membuka akun beberapa temen lama gue. Mulai dari ekanamitaputrihanumsariharummewangisepanjanghari (?), adrian, siti, sampai akhirnya voilaaaa! sampailah gue di page seorang temen SD gue yang bernama Mathari Ilman. Kangen juga sih udah lama nggak ketemu, akhirnya gue memutuskan untuk stalking pagenya si Mathari ini.

Pertamanya sih biasa aja, foto-foto dia sama temen-temen SMAnya yang notabene temen-temen gue juga dari SD. Ada yang namanya Zahra, Wawan, Agnes, Calvin, Dhio, Putra, Gaby, dll. Tapi setelah menscroll album-albumnya kebawah, gue menemukan beberapa judul yang mengandung unsur kata NOSTALGIA di dalamnya. Kangen? Ya jelas dong. Akhirnya gue buka-bukain aja itu album-album dan ketawa-ketawa sendiri ;DDD

SD gue merupakan National Plus Elementary School yang bernama Tunas Mekar Indonesia. Dan perlu diingat, SD gue ini plural banget. Lo mau agama apa aja ada, lo mau orang mana aja juga ada. Direktur sekolah gue Australian, dan guru bahasa inggris gue German, jadi disini toleransi sangat berlaku. Misalnya pas valentine gue ke sekolah pake baju pink, pas cheongsiam gue pake baju cina, kartinian gue pake baju daerah, paskah ada acara hias telur, halloween lah, school project, TMI Fair, and even prom night! But yeah itulah yang mewarnai SD gue ;)))

Dan this is it! Masa SD gue yang menyenangkan, betapa culunnya gue jaman dulu, tapi betapa menyenangkannya juga masa-masa itu. Mau liat gimana gue pas SD? Jangan ngakak ya, gue tau gue dulu emang culun wakakaka ;DDD


 Ini waktu gue kelas 5 SD, namanya Independent Class, walikelasnya Mr. Budi dan Ms. Merry ;)


Kalo foto yang pake baju koran ini namanya CCA time, maksudnya waktu dimana kita mengasah kreativitas, bisa bikin kerajinan, masak, daur ulang, dll ;)




Kalo yang ini waktu upacara peringatan Hari Kartini. Waktu kelas 5, gue pernah jadi pengibar bendera waktu peringatan Kemerdekaan RI, tapi gue nggak punya soft file fotonya hehehe ;D


Nah, yang ini yang seru, cheongsiam(imlek)nya bareng sama idul adha! Jadinya nggak match gini, yang non-muslim pake baju cheongsiam, yang muslim pake baju muslim. Nah gue? Gue pake baju cheongsiam lengan panjang trs pake kerudung wahahaha ;D


6th grade, Endeavour Class ;)


Cooking time! :9 Ini kita masaknya numpang di kantin sekolah. Kantin sekolah gue dulu bayarnya ga pake uang, tapi pake kupon. Dibagi jadi 2, ada snack coupon dan lunch coupon.



Mr. Budi's birthday party at our class! :9


Ini salah satu school project di SD gue, sebuah drama rakyat musikal, judulnya Putri Randam Dewi. Disini gue berperan jadi salah satu tokoh utama dalam drama ini, yaitu seorang Ratu yang bijaksana dan lembut mhihihi ;;)



Ini dia tingkah manusia-manusia homo cilik abad milenium wkwkwk ;DDD



 Waaaaakkkssss pembullyan terjadi! Dari dulu gue ga pernah garing ngeliat foto-foto gila ini ;DDD

 Speaking test with Mr. Carl ;)








 This is our funny face! ;333

OMG, my elementaryhood was soooo funnnn! Ini baru sedikit kenangan dari banyak kenangan masa SD gue. Mulai dari gue dipaksa duduk di sebelah orang yang naksir berat sama gue tapi guenya nggak, terus dikerjain katanya ga lulus UASBN, cebur-ceburan di kolam renang sekolah, konferensi lapangan hijau di lapangan basket sekolah, and many mooorreee! Guys, I really really miss ya all {} {} {} <3333