Aku kangen kamu. Orang yang merasa dirinya ganteng, yang suka nyanyi nggak jelas, yang suka rebutan bantal, yang suka main tembak-tembakan dan pedang-pedangan pake pipa paralon.
Aku kangen kamu. Orang yang suka ngaca benerin rambut, yang ngerasa badannya six pack, yang kalo pake parfum suka kebanyakan karna nggak ngerti dosisnya, yang suka guling-gulingan di karpet, berkhayal main perang-perangan, walau nggak ada lawannya.
Aku kangen kamu. Aku ingat teh manis yang kamu buat disaat aku sakit, aku ingat mainan "jepit-jepit berhadiah" yang kamu mainkan demi sebuah boneka gratis untukku. Boneka alien kecil warna pink.
Aku ingat tiket timezone yang semuanya kamu berikan untukku agar aku bisa menukarnya dengan barang apa pun yang aku inginkan, dan kamu hanya mengambil sisanya untuk ditukarkan dengan coklat kecil.
Kamu tidak suka beberapa jenis makanan, tapi jika diberi, kamu akan menyimpannya lalu diberikan padaku. Permen, minuman, dan makanan lainnya. Kamu selalu mengingatku. Dan akhirnya di rumah kamu bilang, "tuh ada sisa, buat kamu aja."
Aku ingat saat aku
pamit untuk ikut Farewell Camp selama 2 hari, kamu bilang, "yaudah pergi
aja sana!", pura-pura tidak peduli, tapi tanpa sadar kamu meremukkan
botol air mineral kosong di tanganmu.
Aku ingat saat kamu pergi ke Bandung, dan ketika kamu pulang, kamu membawakan hadiah untukku, tempat tissue hello kitty berwarna pink. Dan kamu bilang, "ini buat kakak.."
Kamu terkadang tidak
mengakui perhatianmu, tapi aku tau, kamu sering memilihkan barang
untukku, memikirkanku, menanyakan kabarku, tanpa sepengetahuanku.
Iya, kamu. Kamu yang selalu menemani selama 15 tahun aku bernafas di dunia ini. Kamu, adik kecilku. Aku tau sih, ukuran badanmu memang bukan ukuran anak kecil lagi, bahkan sekarang kamu lebih tinggi dari aku. Sebuah takdir yang sering aku rutuki, tapi aku bersyukur, karena dengan fakta itulah aku tau kamu tumbuh dengan baik.
Bahkan hidungmu lebih mancung daripada hidungku. Kamu tampak seperti wayang berjalan; kurus, tinggi, dan mancung.
Aku ingat disaat aku tau kamu lahir. Aku yang memilihkan nama untukmu, walau saat itu aku tidak tau artinya, tapi aku senang mendengarnya. "Akbar".. Aku bersyukur tidak memberimu nama "Paijo" atau "Tukiyem". Aku bersyukur aku punya taste yang baik, meskipun aku juga masih kecil saat itu.
Aku ingat saat kecil, kita sering bertengkar. Adu cakar adu gigi bak Tom dan Jerry. Mungkin dulu kita terobsesi dengan kartun itu, sehingga saat bertengkarpun, kita mengahayati peran mereka.
Aku ingat saat aku duduk di bangku SD dan SMP, dan kamu pun masih kecil saat itu. Aku sering menganggapmu pengganggu. Kamu merusak barangku, melempar tasku, mengganggu disaat teman-temanku datang ke rumah, dan menjambak barbie-ku. Aku mengusirmu dari kamarku, mengunci pintunya agar kamu tidak masuk lagi. Dan kamu menangis di depan pintu, berharap aku membukanya lagi, tapi aku terlalu naif untuk menyadari kalau kamu kesepian dan ingin mengajakku bermain.
Aku ingat saat aku marah dan tidak berbicara satu kata pun padamu. Kamu berulang kali meminta maaf, dan akhirnya menangis. Kamu tidak peduli dengan statusmu sebagai laki-laki. Kamu menangis hanya demi sebuah maaf dariku.
Disaat kita tumbuh dewasa, kita mulai mengerti arti persaudaraan, kita belajar untuk saling menguatkan, dan saling menyayangi. Kita belajar untuk saling menghargai, bekerja-sama, dan kita melewati segalanya bersama. Tertawa, menangis, berteriak... Dan pada akhirnya kita akan bersikap seperti halnya skeleton, menopang dan menguatkan satu sama lain.
Aku tau aku pernah melewati masa-masa ini; selalu
bersikap apatis, sering cuek, bahkan suka marah. Bilang kamu pengganggu,
bilang dunia lebih indah tanpa kamu. Tapi sebenarnya, aku merana jika
hidup tanpa kamu.
Aku sayang kamu, Dek. Aku kangen kamu. Aku membuang semua gengsiku untuk mengatakan ini padamu, betapa aku ingin bertemu kamu dan mencubit pipimu, menarik hidungmu, juga memencet perutmu. Psikopat. Tapi itulah caraku mengatakan padamu bahwa aku sangat menyayangimu, dan aku berani bertaruh, kamu tidak akan pernah menemukan orang yang se-spesial kakakmu ini di seluruh penjuru dunia :)
Kost Putri "Gana", Bantul, Yogyakarta
25 September 2013
20:45 WIB
No comments:
Post a Comment