Monday, December 3, 2012

PMS (pingin masuk surga) . . . :')

Barusan nge-stalk fbnya Bu Rani, liat-liat foto anak SDIT Insantama angkatan 1. Subhanallah.. Manis-manis banget ya :3 (jangan ge-er ya kakak-kakak sekalian :p)

Jadi inget waktu main ke rumah Salma Fadhilah, waktu itu dia nunjukkin bindernya yang isinya kenangan mereka waktu SD, sebelum pindah ke Malang. Ada foto-fotonya, ada tulisan-tulisannya, sampai ada yang gubah lagu segala. Ya ampun subhanallah banget keceriaan mereka, ketawa-ketawa aku bacainnya :DDD

Aku juga jadi inget waktu pertama masuk SMAIT Insantama, jadi angkatan pertama, anak-anak alumni SMPIT Insantama yang akhwat nunjukkin buku tahunannya, ngasih tau si 'ini' orangnya gimana, si 'itu' gimana, masa-masa SMP mereka gimana, si 'anu' suka sama siapa, dulu siapa yang suka berantem, dll. Hahaha.

Aku berfikir gimana kalo aku kenal mereka dari jaman SD, dari keciiiil bangeeeet. Pasti menyenangkan :)) Tapi yah, Allah punya rencana sendiri, aku baru dipertemukan dengan mereka di saat umurku 14 tahun, pertama kali masuk SMA. Dan aku yakin kok pertemuan itu pasti menggoreskan kenangan yang ga kalah indahnya :))

Di sela-sela album Bu Rani, aku tertegun melihat tiga buah judul. Yang pertama berjudul 'keceriaan terakhir', yang kedua berjudul 'yang tersisa', dan yang ketiga berjudul 'wildanummukholadun'. Ya, aku pernah mendengar tentangnya. Namanya Sarah Safira, dan aku yakin dia akan menjadi akhwat yang sangat taat dan shalihah, jika dia masih ada disini.

Sarah sebaya denganku, dan akan menjadi temanku saat ini, LDK bersama, LKMM bersama, LKMA bersama, jika dia masih ada disini.

Tertegun lagi aku saat melihat foto dirinya. Maniiiisssss sekaliiiii, lembuuuut sekali sinar wajahnya :)) Dan saat aku melihat foto yang satu ini, aku benar-benar tersenyum, sampai rasanya mataku panas, airmata sudah membendung disana.

Satu foto dirinya, dengan tulisan 'Sarah Safira PMS'...

Flashback.
Saat itu Qiraati, aku Qiraati bersama Bu Euis Masitoh. Beliau menceritakan sesuatu tentang Sarah, yang waktu itu aku hanya baru mendengar sedikit tentangnya. Saat itu aku hanya tau bahwa dirinya adalah anak kandung Bu Rani, kakak dari Khonsa, anak angkatan pertama SDIT Insantama, yang Allah memberikannya masa tugas di dunia yang singkat, namun memberikan berkas cahaya di setiap orang yang mengenalnya, dan aku tau temanku pernah menyukainya. Hanya itu yang aku tau.

Namun, cerita Bu Euis tentang dirinya membuat aku luluh. Aku memang mudah tersentuh, tapi dirinya... Berbeda.

Bu Euis menceritakan bagaimana Sarah di masa kecilnya.

B : Dulu, ada anak SDIT yang shalihah sekali, tapi dia sudah tidak ada disini.
A : Siapa bu? Kenapa dia tidak ada disini?
B : Namanya Sarah, anaknya subhanallah sekali. Dia anak dari Bu Rani, kakaknya Khonsa. Tapi Allah punya rencana lain, Sarah dipanggil duluan saat dia masih SD. Dulu, setiap dia menuliskan namanya, pasti ada kata 'PMS' di belakang namanya.
A : 'PMS' itu apa bu?
B : 'PMS' itu kepanjangan dari 'pingin masuk surga'..
A : ..... *sunyi*
B : Kenapa ajeng? Kok diem?
A : Subhanallah bu, saya belum pernah menemukan anak seperti itu. Dia masih kecil kan waktu itu? Tapi sudah mikirin surga.. Saya malu bu, saat saya kecil dulu, boro-boro surga, yang saya tau cuma Barbie.. Subhanallah bu.. Pasti dia bahagia ya di surga sana..
B : Iya ajeng, Allah sayang sama dia, makanya Allah mengabulkan permintaannya. Dia dipanggil saat masih kecil, belum berdosa, Insya Allah keinginannya masuk surga terkabulkan. Bayangkan bila dia ada disini bersama kalian, sudah baligh, belum tentu dia sepenuhnya terhindar dari dosa kan?
A : Iya bu. Aku mau kayak dia.. Aku mau ketemu dia.. Aku pasti berdoa untuk dia..

Satu pelajaran hari itu, bagaimana seorang anak kecil memikirkan tentang surga.. Bagaimana dirinya membuat perubahan pada diriku.. Terima kasih Sarah.. Aku belum sempat mengenalmu di dunia ini, tapi... Semoga kita bisa bertemu di surga nanti ya :))

"Ketika tiba saat perpisahan janganlah kalian berduka, sebab apa yang paling kalian kasihi darinya mungkin akan nampak lebih nyata dari kejauhan – seperti gunung yang nampak lebih agung terlihat dari padang dan dataran."
*Kahlil Gibran*

Sunday, December 2, 2012

Dari kak Nazuha, kak Fatehah, kak Harisa :)

Senin, 26 November 2012.

What an amazing day! Alhamdulillah presentasi di Universiti Putra Malaysia berjalan saangaaat lancar. Terima kasih banyak kepada saudari Sobrina, saudara Musleh, saudara Azzam, dan saudara Rakha atas partisipasi luarrr biasa-nya untuk acara hari ini :)
Yayyyy! Bersyukur banget! Apalagi disini aku dapat banyak kakak baru. Ada kak Siti Nazuha (asal namanya dari kata 'zih' yang artinya 'bersih', tadinya aku pikir nama jepang tapi ternyata bukan), kak Nor Fatehah Ahmad, dan kak Harisa Hawafi. Setelah ngobrol banyak sama mereka, ternyata mereka memang amazing semuanya. Subhanallah :)

Ini cuplikan-cuplikan kalimat mereka yang jadi motivasi buat aku :)

"You're amazing! Tak semua orang berani cakap inggeris di depan halawat ramai, cakap hal macam itu (kepemimpinan, red). Aku tunggu kamu di sini ya, di UPM." -kak Nazuha-


"Be a great islamic leader ya ajeng, dunia ini butuh pemimpin macam itu." -kak Harisa-


"Hebat. Luar biasa. Aku minta akun sosial kamu ya, nanti kita bincang banyak lagi." -kak Fatehah- 

Sunday, November 18, 2012

Palestine tomorrow will be free :"


*Every day we tell each other* *That this day will be the last* *And tomorrow we all can go home free* *And all this will finally end* *Palestine tomorrow will be free* *Palestine tomorrow will be free*

Gaza, 11 November 2012

Hari ini aku, Ummi, Abi, dan adikku Zayd makan malam bersama. Kami makan malam sambil melihat berita di televisi, bahwa Amerika kembali menginvasi sejumlah bagian di Gaza. Aku takut. Aku takut kehilangan lagi. Sudah 5 bulan berlalu sejak aku kehilangan Rasyd dan Maryam, dua kakakku yang sangat aku sayangi, saat Amerika melakukan penyerangan di sebuah pasar dekat perbatasan Palestina.

"Najwa, kemari sayang. Jangan takut. Kita akan baik-baik saja." Ummi memelukku yang bergidik mendengar berita di televisi.

"Tapi Mi, lihat itu. Mereka jahat sekali. Mereka mengambil semua yang kita sayangi. Mereka merenggut kebahagiaan kita." Airmataku tak terbendung, butir cinta ini mengalir lembut membasahi pipiku.

"Sayang, sungguh kebahagiaan di dunia ini hanyalah semu belaka. Kamu tau, kebahagiaan yang sesungguhnya adalah surga. Kita tidak boleh takut pada mereka, ataupun pada kematian. Kematian hanyalah proses yang mempercepat pertemuan kita dengan Allah, Nak. Ummi berjanji, kelak kita akan kembali bertemu di surga. Abi, Ummi, Rasyd, Maryam, Najwa, Zayd... Bukankah kita keluarga yang dicintai oleh Allah dan Rasul-Nya? Bukankah kita adalah pejuang Allah?" Kata Ummi sambil mengelus kepalaku.

"Iya Ummi." Ucapku pelan.

Mataku menjelajah, melihat Zayd yang duduk di kursi bayinya. Umur adikku ini baru 4 tahun, tapi pahitnya hidup telah ia rasakan. Zayd harus di amputasi kaki kirinya karena serangan yang menewaskan kedua kakakku itu. Beruntung nyawa Zayd masih dapat ditolong.

"Anakku, sungguh kelak kau akan tumbuh menjadi wanita tangguh yang mampu membebaskan Palestina, kelak kau akan ikut berpartisipasi dalam tegaknya agama Allah di muka bumi ini. Ingat Nak, sekalipun Ummi dan Abi tak mampu lagi memelukmu, ingatlah Allah yang selalu ada di dekatmu. Kelak bidadari surga pun akan iri padamu.." Abi mengusap pipiku, dan senyum kecil mengembang di bibirku.

*No mother no father to wipe away my tears* *That’s why I won’t cry* *I feel scared but I won’t show my fears* *I keep my head high* *Deep in my heart I never have any doubt* *That Palestine tomorrow will be free* *Palestine tomorrow will be free*

Gaza, 15 November 2012

Aku sedang membantu Ummi mencuci piring di dapur. Abi dan Zayd sedang bermain di ruang keluarga. Tawa renyah menghiasi setiap sudut rumah mungil kami, kehangatan dan kasih sayang menjalari nadi kami. Tak pernah terpikirkan bahwa kebahagiaan ini akan lenyap untuk selamanya.

Tapi itu menjadi kenyataan dan bukan lagi terpikirkan.

*I saw those rockets and bombs shining in the sky* *Like drops of rain in the sun’s light* *Taking away everyone dear to my heart* *Destroying my dreams in a blink of an eye* *What happened to our human rights?* *What happened to the sanctity of life?* *And all those other lies?*

Bom itu menghantam sisi rumah kami, membuat rumah mungil kami itu berguncang dan reruntuhan bangunan mulai menghujani kami. Abi berteriak memanggil aku dan Ummi, dan bisa kurasakan jari-jari Ummi mencengkeram kuat lenganku. Zayd menangis kencang, menyayat hati semua yang medengarnya. Aku berteriak, meminta pertolongan. Aku takut. Aku takut sekali. Allah, aku mohon jangan lagi Kau ambil mereka yang aku cintai.

Bongkahan kayu dari atap terjatuh dan menghantam kepala Ummi. Darah segar mengalir dari dahinya. Ummi pun ambruk. Teriakanku semakin menjadi-jadi, diselingi airmata yang deras mengalir dan hujan reruntuhan ini. Nafas Ummi yang memendek membisikkan satu kata.

"Lari.." Hanya itu yang dapat aku dengar. 

"Lari, Nak. Selamatkan ummat ini." Ummi kembali berbisik, nafasnya memburu, seolah malaikat Izroil sudah berdiri disampingnya. Ummi tersenyum, mendorong lemah tubuh kecilku untuk menyelamatkan diri. Aku melihat Ummi untuk yang terakhir kalinya, tersenyum singkat padanya, dan berlari. Airmataku membuat kabur penglihatanku, tapi aku tidak boleh menyerah. Siapa yang akan menyelamatkan ummat ini bila aku mati disini? Aku tidak boleh menyerah!

Selamatlah aku dari reruntuhan rumah mungilku. Bersimpuh aku bersimbah peluh dan airmata, bajuku terkoyak disana-sini, lenganku terluka. Perih.. Tapi tidak sebanding perih ini dengan luka di peperangan yang sesungguhnya.

Tangisan Zayd tak dapat ku dengar lagi, teriakan Abi tak bisa ku indera lagi, suara lembut Ummi tak bisa menenangkanku lagi. Innalillahi wa inna ilaihi rojiuun.. Allah, Kau panggil lagi mereka yang aku cintai. Entah kapan giliranku, aku tak pernah tau...

*I know that I’m only a child* *But is your conscience still alive* *I will caress with my bare hands* *Every precious grain of sand* *Every stone and every tree* *‘Cause no matter what they do* *They can never hurt you* *Cause your soul will always be free* *Palestine tomorrow will be free* *Palestine tomorrow will be free*

Gaza, 18 November 2012

Wahai ummat Islam, dimanakah kalian? Belum bangunkah kalian dari tidur panjang kalian? Belum sadarkah kalian dari koma yang membelenggu kalian? Belum sembuhkah kalian dari kebutaan kalian?

Lihat kami disini, para mujahid dan mujahidah kecil, berjuang berjihad di jalan Allah, membela tanah kami, membela tanah ummat muslim, berjuang dan bertahan hidup, saling melindungi satu sama lain. Tangan-tangan kecil kami melempari tank-tank baja itu dengan kerikil, jari-jari kami menggenggam batu yang terkadang melebihi ukuran tangan kami, bibir-bibir mungil kami tak henti melafadzkan asma-asma Allah, mencari kesyahidan.

Lihat kami disini, para pemuda yang tak kenal lelah, para pemuda yang tak kenal kata malas, para pemuda yang tak sempat bersenang-senang dengan masa mudanya, menghamburkan uang mencari bahagia yang fana. Lihatlah kami, para pemuda pemberani tentara Allah.

Lihat kami disini, para dewasa yang tak pernah istirahat, dengan kematangan otak dan proses berfikir melahirkan strategi baru dalam perjuangan ini, berbagai ide telah dituangkan, tak pernah sedikitpun mengucapkan kata menyerah.

Lihat kami disini, para tua renta yang dengan sisa tenaga ini berjuang membebaskan tanah ini, berjuang untuk agama Allah, berjuang untuk kematian yang syahid, berjuang dengan umur yang tak lama lagi.

Lihatlah kami disini. Para pejuang Allah. Bukan belas kasihan yang kami harapkan, melainkan perjuangan kalian, wahai ummat muslim! Bangun! Kami butuh raga kalian untuk membantu kami, retorika kalian untuk berdiploma membebaskan kami, kecerdasan kalian untuk menyusun strategi menegakkan agama Allah di muka bumi ini. Kami butuh kalian untuk bersama-sama berjuang dibawah lafadz Laa ilaaha illa Allah, Muhammadur rasulullah..

Wahai ummat muslim, dimanakah kalian?



Bogor, 18 November 2012
Dipersembahkan bagi mereka yang syahid dan telah berjuang di bawah naungan asma Allah
Semoga Allah mengampuni dan menerima segala amal shalih mereka

Lewat tulisan ini aku ingin berbagi, lewat tulisan ini aku ingin membangkitkan, lewat tulisan ini aku ingin memotivasi, lewat tulisan ini aku ingin menggugah
Baru ini yang bisa aku persembahkan. Kelak, ditanganku masa depan dunia ini akan berubah. Ditangan kita lah agama Allah akan kembali menyinari dunia ini
Semoga Allah memudahkan langkah kita. Aaamiinn..

Friday, November 16, 2012

Tanda Cinta :)

Hari ini, Jum'at 16 November 2012, menurutku hari penuh cinta.
Kenapa? Karena hari ini aku dapet banyak tanda cinta hihihi :)

Yang pertama dari kaka Nadira Hanum, waktu lagi ngumpul mentor english sama pak uno di kantor, dia bikin bunga dari sedotan kecil terus bilang "ajeng ini buat kamu.." hihi so sweet :)

Akhirnya bunga itu aku abadikan jadi cincin, aku lem pake lem uhu sama isolasi ke kawat bekas earphone aku, dan TADAAAAAAA! jadi deh cincinnya :3


Terus, hari ini mentoring seperti minggu-minggu sebelumnya. Hari ini Raheel sama Farah jemput aku di kelas, terus pas aku keluar kelas mereka senyum lebar terus bilang "kakaaaaa ini buat kakaaaaa!" sambil ngasih bungkusan-bungkusan cinta. SURPRISE! Beneran ga nyangka dapet hadiah dari mereka. Terharu banget, akhirnya dijalan aku pelukin sambil aku cium pipinya satu-satu hehehe :)

Ini dari Raheel sayang :)



Ini dari Farah sayang :)


Ini semua tanda cinta yang aku dapet hari ini. Hihihi :3


Allah, terima kasih banyak untuk hari ini. Terima kasih untuk tanda cinta yang Kau berikan padaku melalui mereka yang menyayangiku. Terima kasih atas nikmat untuk bisa mensyukuri semua cinta yang Kau beri untukku dan membuatku merasa berharga untuk orang-orang di sekitarku. Aku sayang kalian karena Allah :)

I wish I'd never grow up :"

Your little hands wrapped around my finger  
And it's so quiet in the world tonight 
Your little eyelids flutter 'cause you're dreaming 
So I tuck you in, turn on your favorite night light
 
To you, everything's funny 
You got nothing to regret  
I'd give all I have, honey 
If you could stay like that
 
Oh, darling, don't you ever grow up, don't you ever grow up  
Just stay this little 
Oh, darling, don't you ever grow up, don't you ever grow up  
It could stay this simple
 
I won't let nobody hurt you  
Won't let no one break your heart  
No, no one will desert you  
Just try to never grow up, never grow up
 
You're in the car on the way to the movies  
And you're mortified your mom's dropping you off  
At 14, there's just so much you can't do 
And you can't wait to move out someday and call your own shots
 
But don't make her drop you off around the block  
Remember that she's getting older, too  
And don't lose the way that you dance around  
In your PJs getting ready for school
 
Oh, darling, don't you ever grow up, don't you ever grow up 
Just stay this little  
Oh, darling, don't you ever grow up, don't you ever grow up 
It could stay this simple
 
No one's ever burned you  
Nothing's ever left you scarred  
And even though you want to  
Just try to never grow up
 
Take pictures in your mind of your childhood room  
Memorize what it sounded like when your dad gets home 
Remember the footsteps, remember the words said  
And all your little brother's favorite songs
 
I just realized everything I have  
Is someday gonna be gone
 
So here I am in my new apartment  
In a big city, they just dropped me off  
It's so much colder than I thought it would be 
So I tuck myself in and turn my night light on
 
Wish I'd never grown up 
I wish I'd never grown up
 
Oh, I don't wanna grow up, wish I'd never grown up  
Could still be little  
Oh, I don't wanna grow up, wish I'd never grown up  
It could still be simple
 
Oh, darling, don't you ever grow up, don't you ever grow up  
Just stay this little  
Oh, darling, don't you ever grow up, don't you ever grow up  
It could stay this simple
 
Won't let nobody hurt you 
Won't let no one break your heart  
And even through to you want to  
Please try to never grow up
 
Don't you ever grow up  
(Never grow up)  
Just never grow up

-Never Grow Up, Taylor Swift-

Wednesday, October 31, 2012

So this is it. . . Jekardah -_______-

Jakarta, ga beda jauh sama New York :p
Maksud gue, ramenya, macetnya, city that never sleep.
Dan disinilah gue sekarang, ditengah kemacetan kota kelahiran gue ini, ditemenin sama sobrina, vira, ozy, supir, tabby, sama didi, berjuang mencari dana buat LKMA.

Posisi gue sekarang di depan Plaza Semanggi, berharap mampir tapi karna udah sore banget jadi kita harus pulang.

Jakarta, kota paling kejam yang pernah gue datengin. Di luar negri aja ga sekejam ini kok.
Kenapa gue bilang kejam? Kota ini tuh riweuh banget, macet banget, dzolim banget. Menurut gue, cuma yang tangguh yang bakal bertahan. Entah karna emang tangguh atau terpaksa menjadi tangguh.

Dan satu lagi, kota ini membuat gue bersyukur banget dan membuat gue (sedikit) lebih dewasa. Gue ga berhenti bersyukur dari awal perjalanan ini.
Pagi ini, di depan kampus UI, ada kecelakaan. Ada anak kecil umur 9 tahun jatuh dari kereta. Sobri mual, vira deg-degan, gue ..... nangis. Tapi ga ada yang nyadar gue menitikkan airmata. Nyesek banget, sedih banget. Ga mungkin ini terjadi kalo keamanan kereta di negara ini terjamin kan? Berarti, kereta indonesia jauh dari kata "aman". Belum lagi yang naik kereta di atas gerbongnya dan berdesakan karna tuntutan ekonomi, betapa tidak becusnya pemerintah negri ini dalam menyejahterakan warganya. Mengenaskan.

Terus, dari nyasarnya gue di kota ini garagara nyari kantor indosat, gue bersyukur lagi. Walau harus muter tugu tani 2x (kalian tau sendiri macetnya kayak apa), muter monas, salah kantor, dan akhirnya nyampe tapi proposalnya di reject alias disuruh ke kantor yang di bogor aja. Walau gue sempet bete setengah mampus, google maps gue rada bertingkah dan video 1D di youtube yang gue buka buffernya rada lola, tapi gue bersyukur. Gue masih mendapatkan kenyamanan dan keamanan ini. Berada di sebuah mobil berplat B 1462 PFC dan tidak harus mengendarainya sendiri. Pegel banget kalo harus nyetir sendiri pasti. Alhamdulillah...

Nikmat paling besar yang sangat gue syukuri adalah hati dan ruh gue masih sadar untuk bersyukur. Banyak orang yang dikaruniai kenikmatan jaaauuuhhh lebih banyak tapi lupa untuk bersyukur, mereka kufur nikmat. Na'udzubillah...

Allah, terima kasih banyak untuk hari ini, selalu ada pelajaran di setiap detiknya :)

Friday, October 5, 2012

Ka ajeng bonekaaa

Nama panggilan saya bertambah satu lagi ; boneka -_____-

Ini berawal gara-gara adenya anis liat saya di kamar mandi nungguin antrian pake mahkota mainan buat nahan poni gara-gara ga punya bando (hiksss) beginilah percakapannya :

I : ka ajeng kok pake mahkota? Padahal kan mau mandi doang
A : laaahh aku pake ginian gara-gara ga punya bando tauuuuu hiks miris ya?
I : oh gitu tapi ga apa-apa sih ka, lucu deh lucuuuu
A : ???
I : hahahahaha iya lucu ka lucu kayak boneka
A : ah makasih aku emang imut kayak boneka dari lahir juga *sambil kedip-kedip ga jelas* (ngakak boleeee)

Beberapa hari kemudian, setelah saya beli sirkam yang ada bunga mawarnya warna pink…

I : ih ka ajeng lucu lagi pake kaya gituan
A : hadeeehh susah ya kalo emang udah lucu dari lahir, pake apa aja lucu (silakan ngakak)
I : iya ka kayak boneka, aku panggilnya ka ajeng boneka aja yaaaa
A : iya deuh terserah kamu

Dan akhirnya sampai detik ini adenya anis tetap memanggil saya ‘ka ajeng boneka’. Tamat.

Sunday, September 23, 2012

pretending

sometimes you have to put on a fake smile on and just pretend it never happened. it's not giving up, it's growing up. -@WizKhalllifa

Friday, September 21, 2012

bidadari-bidadari kecilku

Raheel, Farah, Kania, Zafira, Icha, Wafa.
6 bidadari kecil yang kini mengisi hari jum'at siangku, yang dimana aku merasa sangat beruntung diberi kesempatan untuk berbagi dan mengisi hati mereka dengan sedikit ilmu yang aku miliki. Sedikit tsaqofah yang aku miliki sebagai ladang pahala di jalan Allah.

Aku tak pernah membayangkan aku akan menjalani semua ini. Sebagai pembimbing dan pengemban dakwah. Aku masih baru, aku masih bodoh. Tapi bukankah Rasulullah juga menyuruh kita untuk berdakwah dan menyampaikan kebaikan walau hanya satu ayat?

Ya Allah, terima kasih Engkau telah memberiku kesempatan ini, kesempatan untuk berbagi dan mengembangkan ilmuku, kesempatan untuk mengenal bidadari-bidadari kecil itu dan mengerti mereka, bercanda, juga membantu mereka menyelesaikan masalah mereka.

Allah, jadikan mereka bidadari-bidadari yang senantiasa istiqomah di jalan-Mu. Lindungi mereka selalu. Jadikan mereka melakukan perbuatan hanya untuk-Mu dan selalu berada di jalan-Mu. Amiinn..

Uhibbuki fillah, bidadari-bidadari kecilku :)

untuk hatiku, dari orang yang menyayangiku

"Percaya deh jeng. Allah menciptakan wanita yang baik dan shalihah untuk lelaki yang baik dan shalih juga. Kamu anak baik-baik jeng, kamu shalihah. Percaya itu. Allah kan sayang sama kita.."
-Azka, Desember 2011-

"Tenang ya hati, Allah sudah mempersiapkan yang lebih tampan dari dia, lebih shalih dari dia. Sabar ya hati.."
-Teh Leni, September 2012-

"Allah, bila aku jatuh cinta kelak, labuhkanlah hatiku pada orang yang melabuhkan cintanya pada-Mu, agar semakin bertambah keimananku kepada-Mu.."
-Doaku, di setiap shalatku-

"Kalau aqidah islam sudah jadi pegangan, tuma'ninahlah itu hati.."
-Teh Leni, September 2012-

"La takhaf wa la tahzan, innallaha ma'ana.."

Monday, August 27, 2012

...

"when love is real, it finds a way."
-avatar roku-

Pake hijab jangan ditunda-tunda :)


Sering banget aku denger kata-kata ini :
"Iya jeng, gue sebenernya pengen pake kerudung, tapi gue belum siap.."
"Ajeeeenggg! gue pengeeeenn pake hijab, tapi gue takut hati gue belum terhijab, takut perbuatan gue masih maksiat, gimana dong?"
"Ajeeenggg! gue pengen pake hijab tapi gue takuuutt.."
dan lain sebagainya.

YA TERUS LU PAKE HIJABNYA KAPAN DOOONGG??? -_____-

Kalian tau nggak sih teman, kalau menutup aurat itu kan hukumnya wajib?
Kalo wajib berarti ya no excuse atuuuhh :)

Kalian bisa bilang untuk menunda memakai hijab, tapi pernah nggak kalian mikir kalo umur kita ga bisa kita prediksikan? Gimana kalo kamu berencana pake hijab besok tapi umurmu sudah diambil duluan hari ini? Pernahkah kalian berfikir seperti itu?

Teman, nggak ada kata 'belum siap' untuk pake hijab, nggak ada kata 'hijab dulu tingkah sama hati sebelum hijab fisik kita' nggak ada loh kawaaaannn!

Menghijabi aurat kita akan menghijabi perbuatan dan hati kita lho, makanya ayo atuh dihijabi auratnya. Kan sayang kalau kamu cantik, tapi cantiknya diumbar-umbar, sampe preman pasar bisa liat hahaha. Berikan kecantikanmu untuk orang-orang spesialmu, bisa mama, adik, kakak, papa, dan tentunya... suamimu (ekhmmm..) <3

Muslimah itu mahal, mahal kecantikannya, mahal suaranya, mahal segalanya. Bersyukurlah kamu terlahir menjadi muslimah, karena sebaik-baiknya perhiasan adalah wanita yang shalihah :)

Be better guys,
semoga makin cantik dan shalihah setiap detiknya.
Love ya cause Allah :) x

Wednesday, August 15, 2012

Ma short film project yeah \m/

Crazy project from a crazy idea LOL :D

well, me and my friends are going to make a short psycho film yeahaha seems spooky? i guess no haha

just wait for our first film ok? it was our first time for making it so just be informed, we are still a beginner hehe critics and suggestions are opens. keep watching us ;) 

Also keep following our twitter account :
@ajengalarasati
@adishasna
@dyahpustika
@azkacaca
@tifa_caiipa
@taniyarachma
@shalihahbgt
@sobrinasobri153
@danidani8
and our main actress >>> nz ;)

Monday, August 13, 2012

CHANGE! You can do it!

“Here's to the crazy ones. The misfits. The rebels. The troublemakers. The round pegs in the square holes. The ones who see things differently. They're not fond of rules. And they have no respect for the status quo. You can quote them, disagree with them, glorify or vilify them. About the only thing you can't do is ignore them. Because they change things. They push the human race forward. And while some may see them as the crazy ones, we see genius. Because the people who are crazy enough to think they can change the world, are the ones who do.”
Apple Inc.

Action and reaction, ebb and flow, trial and error, change - this is the rhythm of living. Out of our over-confidence, fear; out of our fear, clearer vision, fresh hope. And out of hope, progress.
Bruce Barton

All changes, even the most longed for, have their melancholy; for what we leave behind us is a part of ourselves; we must die to one life before we can enter another.
Anatole France

Any change, even a change for the better, is always accompanied by drawbacks and discomforts.
Arnold Bennett

“Never too old, never too bad, never too late, never too sick to start from scratch once again.” 
Bikram Choudhury

“The world as we have created it is a process of our thinking. It cannot be changed without changing our thinking.”
Albert Einstein 

PERUBAHAN.
Satu yang mudah terucap, sulit dilakukan.
Tapi, asalkan tekad sudah bulat, niat sudah terucap, usaha sudah digencarkan, pasti Allah memudahkan. Percaya itu :)
 
 
Selamat menuju perubahan yang lebih baik, temanku.
Semoga Allah memudahkan langkah kita semua.
Jangan menyerah, tetap istiqomah. 
Kamu, aku, kita bisa. Karena aku akan selalu disisimu, selalu mendukung dan membantumu, selama kamu berada di jalan Allah :)

Semangaaaaaaattt! :) 

Sunday, August 5, 2012

Quelque chose #1

Malam ini di rumah.

Aku : ibu, aku suka susu strawberry tapi yang merknya ini *sebut merk*
Ibu : emang kenapa?
Aku : ya karna enak hahaha mau nggak?
Ibu : bukannya ga mau tapi kenyang, terima kasih
Adek : i don't like strawberry *sok bahasa inggris*
Aku : okay then, i drink it just for myself

beberapa detik kemudian...
Adek : eh kak aku cobain deh
Aku : yaudah sana tuang sendiri
setelah dia minum....
Aku : gimana? enak kan?
Adek : ya enak sih, rasanya kayak strawberry ya kak
Aku : -______- itu emang strawberry, sayanggg
dia liat kotak susu yang baru dia minum...
Adek : pasteurised homogenised. oh pantesan ya enak, sapinya homo sih
Aku : maksud banget deh -______-

Masih malam ini lagi di rumah lagi

Aku : *nyanyi payphone*
Adek : *pake headphone yang ada di depan laptop yang aku pake blogging* eh? emang kedengeran ya kak?
Aku : kamu kok dodol amat pake headphone tapi di loud speaker dari laptopnya?
Adek : maksudnya?
Aku : *nunjukin headphonenya yang unplugged* nih kamu tuh pasang headphone tapi ga dicolokin ke laptopnya 
Adek : eh? hahahahahahaha *ketawa*
Aku : ya ampun -________-

Sunday, July 29, 2012

This is the time to make mistakes :)


Jessica Stanley's Graduation Speech - The Twilight Saga Eclipse (2010)
When we were five, they asked us what we wanted to be when we grew up. Our answers were things like, Astronaut, President or in my case, a Princess. When we were ten, they asked again. We answered rock star, cowboy or in my case, a gold medalist. But now that we’ve grown up, they wanted a serious answer. Well, how about this - who the hell knows? This isn’t the time to make hard and fast decisions, this is the time to make mistakes. Take the wrong train and get stuck somewhere. Fall in love – a lot. Major in Philosophy because there is no way to make a career out of that. Change your mind and change it again because nothing’s permanent. So make as many mistakes as you can. That way someday when they asked what we wanna be, we won’t have to guess – we’ll know.

About your friends

"If you should die before me, ask if you could bring a friend."
- Stone Temple Pilots 



"And the days went by like paper in the wind. Everything changed, then changed again. It's hard to find a friend. It's hard to find a friend."
- Tom Petty 


"I'll lean on you and you lean on me and we'll be okay."
- Dave Matthews Band 


"You were the one who made things different, you were the one who took me in. You were the one thing I could count on, above all, you were my friend."
- Tom Petty 


"When I'm with you I feel like I could die and that would be alright, alright."
- Third Eye Blind


"Lean on me, when you're not strong, and I'll be your friend, I'll help you carry on, for it won't be long, 'til I'm going to need somebody to lean on."
- "Lean On Me"


"In good times, in bad times I'll be on your side forever more, that's what friends are for."
- "That's what friends are for" 


"You've got troubles, I've got 'em too. There isn't anything I wouldn't do for you. We'll stick together to see it through cause you've got a friend in me."
- Randy Newman  


You'll always be the part of me that wouldn't be separated all the time. Cause you know yeah you know that I love you, I love you more than a painter loves his canvas, more than a singer loves her golden voice. Cause you know yeah you know, I love you cause Allah :)
- Ajeng Ayu Larasati

QOFI, you'll always be in my heart :"

SEKBID TSAQOFAH ISLAM.
Pertama kali aku tau aku masuk ke sekbid ini, yang ada di pikiranku adalah...
"KOK BISAAAA???"
Yah secara kemampuan bahasa arab saya masih minim, bahasa inggris masih harus terus belajar, pengetahuan islam juga masih harus diasah. Jadi minder hahaha
Tapi yah namanya ajeng, kalo ga nekat kalo ga berani ambil resiko namanya bukan ajeng. Jadi saya maju terus pantang munduuuurrrr! MHEHEHE

Sekbid Tsaqofah Islam terbentuk saat aku duduk di bangku kelas XI. Pada awalnya sekbid ini terbentuk dengan berisikan 8 monster di dalamnya yaitu fatih abdr, dimas, raihan, ihsan, caca, ajeng, riva, dan hanum. Tapi, setelah perombakan, jadilah sekbid ini berubah menjadi berisikan 9 monster yaitu dimas, al-fatih, nazhif, alfian, caca, ajeng, riva, indira, dan najway. hohoho~
Seiring sinar matahari dan bulan bergantian menerangi dunia, sekbid ini berganti nama menjadi sekbid QOFI. yaah, biar pendek aja jadi nyebutinnya ga ribet hahaha

Hari demi hari berlalu, sekbid ini makin ancur aja hahaha
Rapat ga serius, kalo mau manggil harus pake acara marah-marah maksa-maksa diomelin dulu baru jalan, mana kalo ngomong ikhwannya suka ga jelas cara bicaranya, yaaah pokoknya menguras tenaga sampe botol pun melayang ke arah alfian ya ampuuuuunnn hahaha tapi bagus juga sih, jadi latihan vokal nada tinggi kalo lagi ngomong sama mereka mah

Kerjaan kami tiap hari adalah menjadi jam beker kedua ba'da subuh alias teriak-teriak untuk mufrodat/vocab harian yang harus dihafal hari itu, terus mengukir papan tulis QOFI dengan mufrodat-mufrodat hari itu. Baru deh ba'da maghrib jiwa monster kami keluar dengan menghukum pelanggar mufrodat hari itu. Yah kalo aku bilang mah hukuman itu ga berat, makanya QOFI itu sebenernya adalah malaikat-malaikat yang berkamuflase jadi monster. Hukumannya apa coba? Cuma teriak-teriak gini nih :
"WE ARE IN LONDON, WE MUST SPEAK ENGLISH!"
Hukuman macam apa itu -________- Kalo dibanding sekolah berbasis bahasa lain mah yang kayak gini ga ada apa-apanya, makanya jangan ngeluh ya :)

Seiring perjalanan jarum detik, jaman makin canggih. QOFI punya buku khusus mufrodat dan muhadhoroh lho! yuhuhuuu thanks to uja (uja kan ya?) yang sudah repot-repot meluangkan waktunya untuk mendesain buku kami dan segala pihak yang telah bersedia direpotkan dalam pembuatan buku ini, walau sempat menuai beberapa konflik. Terima kasih banyak!

Semenjak terlahirnya buku ini, tugas harian pengurus QOFI adalah menjadi penjaga pintu aula, ngecek buku anak-anak yang ga lengkap, blablabla pokoknya gitu deh sampai saya bingung ini sebenernya kita anggota OSIS apa monster coba? Kerjaannya jagain pintu aula sama nyuruh teriak-teriak. Eh iya deng, malaikat yang berkamuflase jadi monster! :p


Teruslah waktu berharga kami berlanjut, Muhadhoroh mingguan dan Muhadhoroh Akbar 1 serta 2 berlangsung, intelectual euphoria dilaksanakan. Sibuk cari hadiah buat doorprize (maaf ya yang dapet itu gambarnya serem ya? hehe aku sama ciripa iseng aja kasih itu :p), sibuk ngadain bedah buku, nyiapin segalanya. Belum lagi kalo ada acara nangis-nangisan kalo susah banget minta tolong ke ikhwannya. Tapi aku percaya kok sebenernya ikhwan pada baik kan pada mau bantuin kan ya? Hehe


Kami sebagai para akhwat pengurus QOFI pernah terharu banget pas ikhwannya bela-belain begadang demi ngurusin dekorasi panggung muhadhoroh akbar. Damai banget rasanya ngeliat mereka kerja bela-belain gitu :')


Terus waktu itu ultah alfian, kita bully dulu dia sesaat, eh terus dia kasih sesuatu (eh beberapatu) untuk anak QOFI. Terharu sangat :')


Sekarang QOFI masa bakti 2011/2012 sudah berlalu, diakhiri pada rapat malam dan tetesan airmata tanggal 27 Juli kemarin. Walaupun QOFI kadang disebelin, banyak kurang disana-sini, berantem terus, tapi justru itu yang ngelengkapin kita, kawan.. Makasih banyak ya udah memberikan pengalaman berharga dan pelajaran langka untuk aku. Bagiku, QOFI itu ga ada jeleknya kok, kesalahan itu wajar. Karena kalau QOFI udah terlahir sempurna, ga akan ada QOFI yang lebih baik lagi ke depannya. Selamat datang QOFI generasi selanjutnya, semoga terus mengalami peningkatan. Masa bakti kita memang sudah mati, tapi kenangan dan memori tentang QOFI ga akan pernah mati :')

Sentuhan terakhir.. TARAAAAAAA! Ini dia anggotanyaaaaa...

 Caca

Indira

Najway

Riva
AJENG AYU LARASATI : UNKNOWN PHOTO
 THE IKHWANS


xoxo
A