"Mimpi itu gratis. Kalau untuk bermimpi aja kamu nggak berani, gimana caranya kamu merealisasikan dan mewujudkan mimpi kamu?"
Kalimat andalan yang sering saya lontarkan saat teman-teman saya curhat tentang mimpinya. Sebenarnya postingan ini terinspirasi dari postingan seseorang yang berkaitan dengan mimpi. Bagaimana dalam ceritanya ada seseorang yang dicibir karena mimpinya untuk kuliah itu 'ketinggian' untuk seorang yang kurang mampu sepertinya.
"Mimpi itu MAHAL, kak!"
Kata-kata dalam cerita itu seperti terngiang di telinga saya. Bagaimana mungkin ada orang yang tidak berani bermimpi? Allah menciptakan mimpi itu GRATIS, TANPA DIPUNGUT BIAYA. Semua orang boleh bermimpi.
Waktu itu saya sempat frustasi. Saya sempat menarik mimpi saya untuk menjadi seorang dokter, sebuah profesi yang saya impikan sejak saya masih mengisap jempol, karena saya merasa tidak kapabel untuk menjadi seorang dokter. Namun ibu saya berkata, "Kakak, kenapa kamu tarik impian kamu? Mimpi itu boleh, kak. Kamu punya potensi, lalu kenapa kalah sama yang lain? Yang lain berani bermimpi yang tinggi, kenapa kamu enggak?" Kata-kata ibu saya ini yang menjadi semangat saya untuk kembali bermimpi dan berusaha.
Selang beberapa waktu, saya membaca sebuah buku. Di dalamnya ada sebuah cerita orang pedalaman afrika yang bermimpi untuk bersekolah hingga jenjang yang tinggi. Semua orang mengatakan itu mustahil, dimana daerahnya saja jauh dari kota dan tidak memungkinkan untuk sekolah, apalagi biayanya yang selangit. Namun dia percaya bahwa dia bisa. Dia terus berusaha dan bekerja keras hingga akhirnya ia diterima di sebuah universitas di Amerika dan menamatkan pendidikannya hingga menjadi seorang professor.
Ada lagi seorang pengidap HIV/AIDS yang sampai saat ini mampu bertahan selama 12 tahun sejak pertama kali penyakitnya di diagnosa. Kita semua tahu, virus HIV/AIDS sangat cepat menyebar dan mampu mematikan hanya dalam kurun waktu kurang dari 2 tahun. Bagaimana mungkin ia dapat bertahan selama 12 tahun? Ketika dia diwawancara, jawabannya hanya singkat. Mimpi, sugesti, dan support yang mampu membuatnya bertahan dan percaya bahwa Tuhan masih menghendakinya untuk hidup dan menginspirasi orang-orang lain.
Setiap orang pasti pernah mengalami kegagalan. Saya pun juga. Akhir-akhir ini nilai saya menurun. Seharusnya saya frustasi, seharusnya saya stress. H-3 UN dan peringkat Try Out saya menurun drastis. Tapi kenapa saya tidak frustasi? Oke, kemarin malam saya menangis. Kenapa cobaan datang di detik-detik terakhir menjelang UN? Tapi akhirnya saya kembali yakin. Mungkin usaha saya memang masih sangat minim, mungkin Allah tidak suka jika saya terus-terusan bermalas-malasan dan meremehkan, disaat teman-teman saya mencengkram buku-buku mereka kemanapun mereka pergi.
Jangan takut atas kegagalan, karena kegagalan hanyalah sebuah awal dari keberhasilan, asalkan kita mau belajar dari kegagalan tersebut.
Bermimpilah..
Bermimpilah kita akan lulus UN, kita akan berusaha untuk lulus UN, dan kita akan lulus UN, Insya Allah..
Bermimpilah kita akan masuk ke perguruan tinggi yang kita inginkan, masuk jurusan yang kita impikan. Maka kita akan berusaha untuk mewujudkannya dan akan mendapatkan yang terbaik untuk kita, Insya Allah..
Bermimpilah kita akan menjadi orang yang sukses. Bermimpilah kita akan mampu menggapai semua impian kita. Bermimpilah kita akan mampu menjadi orang yang berguna untuk ummat ini, dan membuat dunia bangga memiliki aset berharga seperti kita.
Bermimpilah.. Berusahalah.. Sesungguhnya Allah bersama prasangka hamba-Nya :)
Dream it. Believe on it. Make it happen.
Allah selalu bersamamu Ajeng, dan akan selalu mewujudkan mimpi2 seorang anak yang sholihah yang terus berjuang di jalan Allah.. Dan Allah pasti memberikanmu yang terbaik, sesuai dengan prasangkamu terhadapNya.. Aamiin YRA..
ReplyDelete